Wednesday, 8 April 2009

Ulangtahun Mahar



6 tahun sudah
berlalu ia
mengharum cinta
membenih kasih
membubut rindu dendam
lahirnya khalifah.

kekadang tak pernah
peduli kita
tahun ke tahun
ia anjak usia
setelah garam asam
dicecah manis pahit
rapi bergaul
warnanya ceriakan
mahligai.


mahar yang kau berikan
ringgit malaysia satu ratus dua puluh
nilainya tiada tara
untuk sebuah cinta
dan janji setia
yang kita genggam bersama.


ulangtahun mahar :
ketika sibuk
tak terperikan
lupa usah
pada ikatan yang terjalin
manis ranumnya
biarlah mekar
selagi hayat dikandung badan.


segunung harta
tentu belum
cukup dibandingkan
dengan hanya satu kebahagiaan.


Armiza Nila
Semariang Batu
09 April 2009

Monday, 6 April 2009

Permata Yang Menyinar




permata
yang menyinar
di depan mata
bersimpuh duduk
mengerti belum ia
makna kehidupan
kedewasaan
yang melingkungi bonda.
kasih sayang
perhatian
sewajar
bonda curahkan coba
demi kelangsungan
kematangan
permata yang kian menyinar.
mendidikmu
bonda dengan airmata
terusik nurani
olah tingkahmu
yang menduga
tak pernah kecewa
menatang bagai minyak
yang penuh.
ini bonda
tabah : tawakal
muhasabah : koreksi diri
bukan mudah
menuju sempurna
tapi
biarlah seadanya.
kerana kau
permata
sinarmu
bekal bahagia.
Armiza Nila
Semariang Batu
070409

Monday, 30 March 2009

Kecamuk Jiwa








tekanan demi kecaman

bertunda-tunda

menembus dada

laksana peluru syaitan

yang tak kenal mangsa.



O dadaku sesak

menahan nafas sendat

cercaan yang tiada pangkal

tiada penghujung

apatah jauh dari kebenaran.



menyimpang ia dari realiti

selamatkan sekujur diri

tak pernah ia pandang sipi

pada marhaen

yang terkapai-kapai

dilambung ombak hidup.



jiwa yang kecamuk

oleh duga

oleh uji

syaitan yang bersarung insan

bertahanlah

dengan keimanan

bertafakurlah

dengan keinsafan.



akan ada pembalasan setimpal

meragut seluruh

kepunyaan

kerana

orang yang dizalimi

terangkat doa

di langit ke tujuh.



pasti

penghinaan

akan menyarung

sepanjang hayat

para penzalim.



Armiza Nila

Jalan Sultan Tengah

31 Mac 2009

Thursday, 26 March 2009

Satu demi satu






ia datang sembunyi
tak pernah kau peduli
selama ini.

nafsu kau letak paling atas
menjamu selera
yang tak henti
yang tak mengerti.

sambil enak kau nikmati
ia membunuh
tanpa kau sedari.

satu demi satu
ia serang
saraf tunjang
salur darah
diserap
sedikit demi sedikit
ia ragut
kesempurnaanmu.

tika ini
kau membisu
tunduk malu
pada diri
pada silap
pada langkah.

semua jadi semu
sebelah mata pun kau tak mau
memandang
apatah menjamu.

satu demi satu
disentak halus
semua keinginanmu.

Armiza Nila
Hospital Umum Sarawak
27 Mac 2009

Tuesday, 24 March 2009

Upah






aku hirup sari madu

menyusup ke ulu hati

upah

dari jerih perih

sepurnama setia

tetap waktu.



tak pernah terlewat

walau sesaat

tunai janji

beratur si penunggu

rela demi sesuap rezeki.



O buruh si perkasa

kau terima upah

sesempurna

titik peluhmu

kau curah

peroleh nikmat

setimbal usaha

atau sebaliknya.



jangan bermain

di balik tabir

berselindung di celah topeng

menyarung jubah hipokrit

mengisi tembolok sendiri.



anugerah kekasih

usah kau persia

digadai pajak hidup kita

sekali mahu

diambil-Nya

tanpa ampun

tiada sedar kita.



Armiza Nila

Jalan Sultan Tengah

25.03.2009

Monday, 23 March 2009

Musyawarah Burung

ketika burung-burung segala
bermusyawarah
di depani si hud-hud
saling tingkah meningkah
saling beralasan
menzahirkan kesombongan
meniatkan kelemahan
dalam pencarian Raja Simugh.

cela segala
dinampak ia
elak langkah-langkah seterus
berjumpa Sang Pencinta
sang maha sempurna.

begitulah
si alpa yang lalai
menyarung jubah khalifah
tak mampu ia laksana
pikul beban di pundak.

janji-janji belaka palsu
meski niat bersatu
dek nafsu meraja
'tuk kesekian kali
ke bumi tersembam muka.

O si kerdil mengaku
kamil
sudah-sudahlah mencongak
tak seberapa ibadah
tak berharga amalan
harap balasan.

musyawarah burung-burung
iktibar dipakai
dalam pakaian batin
berandai usah
yakin dan sungguh
capai satu tujuan
menuju ke
negeri abadi.

Armiza Nila
Gubuk Kasih - Semariang Batu
24 Mac 2008

Sunday, 22 March 2009

Jaringan Janji






Jaringan Janji

(dedikasi kepada Nisah Haron)



tak pernah kita

menyimpul janji

pada pertemuan ini.



seperti ketetapan-Nya

idaman kalbu

di depan mata menjelma ia.



bahasa lontaran telus

tepat dan padat

tulus dari ujung hati

tertambat sepasang mata

dari ulas bibir yang

menguntum senyum.



kerendahan bicara

hilang gugup di dada

menatap sepasang jiwa bara

penuh inti di minda.



jaringan janji

moga terus begini

menerawang di maya pada

bersatu di dunia nyata.



antara niat dan cita-cita

mesra cantuman

demi satu bahasa

kucupan bonda

berbaur bangga rasa

mengecapi walau

sekelumit bahagia.



Armiza Nila

21 Mac 2009

Atmosfera Cafe, Kuching